Penyederhanaan Parpol lewat Politik Adu Domba

By noepa3

Akhir-akhir ini banyak sekali terjadi konflik dalam tubuh partai politik yang sudah ada, baik dalam internal partai politik tersebut maupun antar parpol. Hal ini terjadi seiringan dengan makin dekatnya Pemilu 2009. Apalagi parpol-parpol yang mengalami konflik adalah parpol yang merupakan pemain lama di dunia politik tanah air. Berikut beberapa daftar konflik parpol
• Konflik dalam tubuh PKB yang kemudian membagi paratai ini menjadi dua kubu yaitu kubu Gus Dur dan kubu Muhaimin Iskandar.
• Konflik internal di tubuh PAN di pulau Sulawesi.
• Perebutan kantor di Sumatera antara kubu PDI-P dengan PKB.
• Pembeberan kasus pelecehan seksual anggota DPR dari fraksi PDI-P Max Moein.
• Insiden pengeroyokan muslim di Monas pada 1 Juni 2008 yang menyebabkan beberapa anggota parpol Islam menderita luka parah.
dan tentunya masih banyak lagi konflik yang akan terjadi beberapa hari mendatang apalagi jika hari-hari mendekati Pemilu semakin dekat.
Dari beberapa insiden yang terjadi di berbagai daerah seakan-akan menunjukkan adanya dalang di balik semua kejadian itu karena apabila kita pikir lagi, maka tidak mungkin parpol-parpol tersebut menunjukkan keburukannya di depan publik apalagi mendekati Pemilu 2009. Padahal seharusnya tiap parpol dalam hari-hari menuju Pemilu 2009 menjaga nama baiknya masing-masing dan jika kita benturkan dengan fakta yang ada maka ada beberapa kesimpulan, yakni
• Parpol tidak mampu menjaga pamornya di hadapan publik
• Tidak adanya kerjasama antara parpol dengan pers
• Ada salah satu atau beberapa parpol yang menjadi dalang di balik semua kejadian yang terjadi
Kita teliti lagi kesimpulan pertama
Parpol tidak mampu menjaga pamornya di hadapan publik, hal ini rasanya memang mungkin namun kemungkinannya sangat kecil mengingat yang mengalami konflik adalah parpol-parpol besar yang merupakan pemain lama di Indonesia, kecuali apabila para pengurus yang daingkat tidak memiliki kecakapan dalam berpolitik.
Kesimpulan kedua
Tidak adanya kerjasama antara parpol dengan pers
Pers memilki peran yang cukup besar dalam kampanye parpol apalagi pers juga memiliki kemampuan menyebar opini secara luas. Dengan tidak adanya kerjasama antara parpol dan pers (mungkin juga bisa dikatakan suap-menyuap) maka tidak menutup kemungkinan bagi pers untuk membuka catatan hitam partai politik yang ada.
Kesimpulan ketiga
Ada salah satu atau beberapa parpol yang menjadi dalang di balik semua kejadian yang terjadi, ditilik dari berbagai kejadian yang terjadi, mungkin kesimpulan ini yang paling masuk akal. Ada satu atau beberapa parpol yang ingin menjatuhkan kompetitornya (partai lain) dalam Pemilu 2009 sehingga saingannya akan berkurang di putaran Pemilu kali ini. Entah siapakah yang mnjadi dalang, parpol lama atau parpol baru?

Tag: ,

Tinggalkan Balasan