Kampanye Awal di Balik Naiknya Harga BBM

By noepa3

Kebijakan (meskipun tidak bisa dibilang bijak) yang diambil oleh pemerintah tentang kenaikan harga BBM mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Tapi kenapa ya kok seakan-akan keputusan ini diberlakukan dengan tiba-tiba dan terkesan tergesa-gesa? Padahal saya masih ingat di bulan November tahun 2007, SBY menyatakan bahwa tahun depan (maksudnya, tahun 2008) tidak akan terjadi kenaikan harga BBM, wis tidak usah jauh-jauh, masih ingat pidato presiden di akhir bulan April 2008 yang tepatnya pada tanggal 30 April 2008 malam dan di pagi hari tanggal 1 Mei 2008 ditayangkan di berbagai stasiun TV nasional, SBY menyatakan bahwa harga BBM untuk sementara tidak akan naik. Memang pada saat itu SBY menyertakan kata “sementara” dalam ucapannya, namun seakan-akan kata “sementara” yang dimaksud oleh SBY itu sebentar, dan benar-benar sebentar karena beberapa hari setelah pidatonya tersebut tiba-tiba diumumkan tentang rencana kenaikan harga BBM yang kemudian hal itu (kenaikan harga BBM) direalisasikan di bulan yang sama yaitu Mei 2008.
Apabila kita kaji ulang kejadian yang beruntun tersebut, mulai dari pernyataan untuk menjamin tidak ada kenaikan harga BBM, dilanjutkan rencana kenaikan BBM hingga 25%, lalu kemudian realisasinya, tidak bisa dipungkiri apabila ada unsur politik di balik semua ini. Apalagi sekarang kan sudah akan mendekati momen besar bagi warga Indonesia yaitu Pemilu 2009. Dan apabila kita hubungkan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kejadian-kejadian di atas bisa dikatakan sebagai alat kampanye bagi presiden yang menjabat sekarang, dengan rincian sebagai berikut;
Momen 1:
Pernyataan SBY di pidatonya bisa dikatakan sebagai ucapan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat saja karena sebelumnya sudah banyak gejolak yang terjadi. Karena secara logika saja ucapannya yang menyatakan bahwa harga BBM untuk sementara tidak akan naik itu benar-benar tidak logis, karena di luar sana harga minyak dunia saja sudah naik dan bahkan negara maju seperti Amerika Serikat saja kewalahan. “Indonesia gitu lho!!” ya pasti kena imbas juga lah. Namun strategi SBY sepertinya benar-benar berhasil karena kondisi negara manjadi agak tenang, hal ini merupakan bukti kembalinya kepercayaan masyarakat kepadanya (meskipun hanya sementara sampai ada momen 2).
Momen 2 :
Rencana kenaikan BBM beserta realisasinya. Momen 2 ini yang terkesan aneh dan menimbulkan banyak pertanyaan. Namun momen 2 ini memiliki 2 kemungkinan terhadap momen 1 yaitu,
Kemungkinan 1: Momen 1 merupakan sebuah langkah yang salah yang dilakukan oleh SBY karena seakan-akan “menuntun orang yang sudah bungkuk kemudian melepas bahkan mendorong dengan keras dari belakang” (maksudnya menolong orang yang susah (Indonesia) namun kemudian malah berbalik menyusahkan orang yang ditolong tadi) sehingga apabila kita hubungkan dengan momen 2 ini, seakan SBY salah langkah untuk melakukan momen 1 sehingga di momen 2 ini dia berbenah diri.
Kemungkinan 2: Momen 1 memang bagian dari rencana/strategi kampanye curi start Pak Pres yang kemudian dilanjutkan di momen 2 ini.
Meskipun ada 2 kemungkinan tentang kesinambungan momen 2 terhadap momen 1, namun momen 2 ini memiki tujuan yang masih sama, yaitu kampanye. Berdasar info yang saya dapat dan shallow analyzing yang saya lakukan, sedikit menjawab pertanyaan “Kenapa kok begitu cepat sekali mengumumkan kenaikan harga BBM?” mengenai “ketergesa-gesaannya” menaikkan harga BBM memiliki alasan tersendiri. Harga BBM dinaikkan sekarang (semester awal tahun 2008) karena agar nantinya di tahun 2009, masyarakat sudah lupa tentang kenaikan harga di tahun ini dan memilih”nya” lagi di Pemilu 2009 nanti, sebab apabila harga BBM dinaikkan saat mendekati Pemilu maka pamor Pres dan Wapres periode ini akan turun sehingga tidak mampu menjabat lagi di periode berikutnya. Sebab mungkin para pemimpin sudah mampu memetakan mental orang Indonesia yang “cepat ingat dan juga cepat melupakan”.

Tag:

Tinggalkan Balasan